Beli ban bekas? Kenapa tidak!, ditengah pemakaian mobil
sehari-hari ban memang salah satu factor yang paling penting. Ibarat manusia
berjalan dengan kaki, begitu juga mobil berjalan dengan ban. Anda mungkin sudah
dapat membayangkan begitu tidak enaknya kalau ban mobil sudah rusak, tidak
rata, sobek, maupun sudah gundul. Kalau sudah begini mau tidak mau ban memang
harus diganti. Namun kendalanya, saat ini harga ban melambung tinggi. Harus merogoh
kantong lebih dalam untuk membeli 1 buah maupun 1 set ban baru. Untuk anda yang
saat ini sedang mengirit uang karena untuk hal yang lain, tidak ada salahnya
anda mencoba membeli ban bekas, akan tetapi beli ban bekas harus hati-hati,
karena bisa jadi anda malah akan lebih rugi karena mendapatkan ban yang sudah tidak
layak pakai. Berikut ini saya akan mencoba menuturkan beberapa tips untuk
memilih ban bekas ataupun second.
1.
Tahun Produksi.
Tahun produksi ban memang tidak terlalu signifikan pengaruhnya
untuk pemakaian sehari-hari. Akan tetapi sifat benda lunak akan membusuk atau
kualitasnya menurun apabila terlalu lama. Sara saya jangan memilih ban yang
sudah melewati umur 8-10 tahun
Jangan membeli
ban fulkanisir
Ban fulkanisir adalah ban yang sudah botak di lapis kembali
(kulit luar) menggunakan karet pelapis yang memang sudah di ciptakan untuk
melapisi ban yang sudah botak atau gundul, memang bila melihat sepintas ban ini
tidak ada bedanya dengan ban baru pada umumnya, akan tetapi pelapisan ulang ban
ini hanya menggunakan proses lem dan pemanasan. Kita tentunya tau situasi jalan
di daerah Indonesia, terkadang panas terkadang dingin (hujan) hal ini akan
mempengaruhi kekuatan lem-perekat pada ban tersebut. Saran dari saya jangan
pernah membeli ban yang sudah difulkanisir. Mendingan membeli ban yang copotan
atapun ban yang sudah di kerok/diukir kembali atau sering disebut dengan ban “suntikan”
ban suntikan ini hanya mengerok atau memperdalam kembang atau alur/jalur yang
ada di kulit luar ban. Saya sarankan bila membeli ban second jenis seperti ini
pilihlah ban yang masih tebal, tidak retak, masih rata dan belum kembung. Bekas
tambalan/tubeless tidak terlalu berpengaruh, namun kalau bisa mintalah took tersebut
untuk menambal ban dari bagian dalam atau yang biasa disebut TIPTOP. Hal itu
lebih aman daripada menggunakan karet cacing.
Itulah beberapa tips untuk memilih ban second. Apabila ada
yang masih ingin anda tanyakan silahkan tuliskan di komentar dibawah ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar